5 Strategi Anak Terhindar dari Gizi Buruk

Pelatihangizi- Hingga hari ini anak-anak Indonesia masih dibayangi fenomena gizi buruk. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan 2018 menunjukkan, 17,7 persen anak usia di bawah 5 tahun (balita) masih mengalami masalah gizi. Angka tersebut terdiri atas balita yang mengalami gizi buruk sebesar 3,9 persen dan yang menderita gizi kurang sebesar 13,8 persen.

“Dalam 1.000 hari pertama, sejak janin dalam kandungan hingga berusia dua tahun, kehidupan bayi merupakan usia emas bagi tumbuh kembang anak. Sayangnya anak-anak yang seharusnya menjadi harapan masa depan bangsa Indonesia masih banyak yang mengalami masalah gizi di usia dini,” jelas Rachel Olsen, Ahli Gizi dari Youvit, Selasa (6/8).
Lalu bagaimana supaya anak-anak bisa mendapatkan gizi yang tepat untuk tumbuh kembangnya? Simak 5 tips berikut ini dari Rachel Olsen :

1.Buat jadwal makan. Anak-anak perlu makan tiap tiga hingga empat jam. Tiga kali makan utama, dua kali makanan ringan, dan banyak minum air. Jadwal makan yang padat ini akan memberikan menu diet yang seimbang bagi anak dan tentunya mengurangi kerewelan mereka, karena tak akan pernah lagi kelaparan. Stok wortel, brokoli, apel, jeruk, yogurt, dan air sebagai bekal anak saat bepergian bersama keluarga sehingga tidak harus bergantung pada makanan cepat saji.

2.Menu makan seragam. Biasakan anak-anak makan makanan yang sama untuk seluruh anggota keluarga. Selain menghemat tenaga, ibu juga bisa memulai kebiasaan makan sehat untuk seluruh keluarga sekaligus. Anak-anak sering meniru perilaku orang tua mereka, jadi ketika mereka tahu menu makanan mereka dibedakan, ada kemungkinan mereka rewel dan tidak mau memakan makanan mereka sendiri.

3.Berkenalan dengan makanan baru. Anak-anak pada dasarnya rewel dan pemilih dalam hal makanan, apalagi jika mereka sudah mempunyai makanan favorit. Oleh karena itu ibu harus kreatif mencari cara supaya anak-anak menyukai makanan baru terutama sayuran.

4.Eksperimen dengan bumbu dan saus celup. Jika anak-anak masih kesulitan untuk makan sayur-sayuran yang rasanya aneh di lidah, cobalah saus favorit, misalnya saus barbeque, saus tomat, atau saus mayonaise untuk salad.

5.Anak memasak bersama ibu. Ini akan membantu ibu dan anak membangun hubungan berkualitas, serta kesempatan bagi anak untuk mengenal berbagai sayur-sayuran, buah-buahan, dan fungsinya bagi tubuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *