Tips Penuhi Asupan Gizi saat Berpuasa

Tips Penuhi Asupan Gizi saat Berpuasa

Pelatihan Gizi – Seperti yang sudah kita ketahui, seluruh dunia termasuk Indonesia, sedang dilanda pandemi Covid-19. Sehingga kita semua dianjurkan untuk menerapkan social distancing dan tetap #DiRumahAja demi membantu meratakan kurva penyebaran virus korona.

Restoran-restoran yang biasa menjadi tempat berkumpul untuk Bukber juga tidak diperbolehkan untuk menghidangkan makanan dan hanya boleh melayani delivery. Namun, bukan berarti semangat kita selama bulan suci Ramadan jadi berkurang. Continue reading “Tips Penuhi Asupan Gizi saat Berpuasa”

Susu dan telur bantu tingkatkan imun tubuh, ini kata ahli gizi Sistem imun tubuh penting dijaga di tengah pandemi virus corona.

Susu dan telur bantu tingkatkan imun tubuh, ini kata ahli gizi
Sistem imun tubuh penting dijaga di tengah pandemi virus corona.


Pelatihan Gizi – Angka kasus terkonfirmasi virus corona (Covid-19) secara global semakin naik dari hari ke hari. Tindakan pencegahan seperti mencuci tangan, menjaga jarak sosial (social distancing/physical distancing), berolahraga dan cukup tidur adalah kunci untuk menurunkan risiko terpapar.

Namun dalam mempersiapkan sistem kekebalan tubuh untuk menghadapi pandemi ini, minum vitamin dan suplemen saja tidaklah cukup. Pola makan yang sehat dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Ketua Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan (PKGK) FKM Universitas Indonesia Ir. Ahmad Syafiq, M.Sc., Ph.D menyatakan untuk menjaga kondisi tubuh tetap optimal dibutuhkan imunitas yang tangguh untuk dapat mendukung tubuh beradaptasi dengan berbagai macam virus dan penyakit. Continue reading “Susu dan telur bantu tingkatkan imun tubuh, ini kata ahli gizi Sistem imun tubuh penting dijaga di tengah pandemi virus corona.”

Ahli Gizi Sebut Puasa Ramadan Bisa Tingkatkan Imunitas Tubuh

Ahli Gizi Sebut Puasa Ramadan Bisa Tingkatkan Imunitas Tubuh

Pelatihan gizi – Adanya pandemi covid19 membuat tak ada takjilan bersama di masjid, tak ada salat tarawih berjemaah di masjid, ataupun kajian-kajian Islami yang biasa dilakukan di tengah bulan suci ini.

Kegiatan-kegiatan yang melibatkan kerumunan harus ditunda. Tak hanya itu, setiap orang harus bisa menjaga imun tubuh agar tidak terpapar virus corona.

Namun di saat bersamaan, mereka khususnya umat muslim harus menjalankan ibadah puasa Ramadan yang membuat mereka harus menahan lapar dan haus.

Muncul pertanyaan, apakah dengan tidak makan dan tidak minum imunitas tubuh kita bakal tetap terjaga? Ini kata ahli gizi UGM menjawab pertanyaan tersebut, bahwa manfaat berpuasa antara lain Continue reading “Ahli Gizi Sebut Puasa Ramadan Bisa Tingkatkan Imunitas Tubuh”

Catat! 9 Prinsip Buka Puasa Sehat dari Ahli Gizi

Ilustrasi buka puasa
Ilustrasi buka puasa Foto: Shutter Stock
Buka puasa bukan hanya untuk mengenyangkan perut dan melepas dahaga setelah berpuasa seharian saja. Supaya tetap fit selama menjalankan puasa, kita juga harus memperhatikan asupan dan kebiasaan saat berbuka puasa.

1. Makanan dan minuman

Ilustrasi makanan buka puasa
Ilustrasi makanan buka puasa Foto: Shutterstock
Setelah berpuasa selama kurang lebih 13 jam, tentu tubuh kita memerlukan asupan makanan dan minuman untuk mengembalikan energi. Namun, bukan berarti kita lantas kalap dan makan banyak. Cukup pilih satu makanan dan kombinasikan dengan satu minuman.

2. Gula

Ilustrasi Kurma
Kurma. Foto: Shutterstock
Menurut Prof. Hardinsyah, Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia dan Guru Besar Ilmu Gizi FEMA IPB dalam sesi Ceramah dan Diskusi Seputar Makanan, Minuman, Kesehatan Ramadhan dan Lebaran oleh Lini Sehat, selalu berikan asupan gula ketika berbuka puasa.
Bisa gula alami yang bersumber dari buah-buahan, atau gula tambahan. Meski begitu, tetap batasi konsumsinya jangan sampai berlebihan, ya.

3. Enak dan sehat

Pilihan Berbuka Puasa
Makanan buka puasa yang tepat untuk perempuan karier. Foto: Shutterstock
Menu buka puasa yang baik tak cuma enak dan mengenyangkan, tapi juga harus sehat. Kita harus memperhatikan, apakah cara pengolahan dan konsumsinya aman, mengandung gizi, makronutrien, serta mineral.

4. Berair dan lembut

Oatmeal dengan biji chia
Oatmeal dengan biji chia Foto: Shutterstock
Setelah perut kosong seharian, ada baiknya untuk mengonsumsi jenis makanan yang berair dan lembut. Dengan begitu, makanan akan lebih mudah dicerna oleh tubuh dan tak menimbulkan gangguan kesehatan.

5. Rasa tidak terlalu berlebihan

Pilihan Berbuka Puasa
Makanan buka puasa. Foto: Shutterstock
Pilih makanan yang cita rasanya tidak terlalu manis, asin, pedas, atau asam. Perhatikan juga jumlah konsumsinya, agar tak terlalu berlebihan.

6. Gula, garam, lemak

Ilustrasi sajian es untuk buka puasa
Ilustrasi sajian es untuk buka puasa Foto: dok.shutterstock
Prof. Hardinsyah juga menekankan, hindari makanan yang tinggi gula, garam, atau lemak (GGL). Berbuka puasalah dengan makanan yang kandungan GGL-nya rendah, tak sampai lima gram –atau setara dengan lima sendok makan.

7. Konsumsi pelan-pelan

Ilustrasi buka puasa bersama anak dan keluarga
Ilustrasi buka puasa bersama anak dan keluarga. Foto: Shutter Stock
Mentang-mentang perut sudah keroncongan, lalu semua makanan dan minuman yang tersaji langsung kita lahap sekaligus, ya. Sebab, mengonsumsi makanan atau minuman yang terlalu dingin bisa menyebabkan kejang tenggorokan. Sebaliknya, kalau masih terlalu panas, juga tak bisa dinikmati oleh lidah.

8. Ajak keluarga atau teman

Acara buka puasa bersama
Ilustrasi buka puasa bersama Foto: Shutterstock
Berbuka puasa tak semata untuk mengenyangkan perut, tapi juga menyenangkan hati. Berbuka lah dengan keluarga atau teman di rumah, atau bila terhalang jarak, kita bisa memanfaatkan gawai untuk buka bersama virtual.
“Dari segi hormonal, berbuka puasa bersama bisa membuat kita merasa bahagia,” jelas Prof. Hardinsyah.

9. Berhenti sebelum kenyang

com-Ilustrasi makan bersama dengan menu yang berbeda
com-Ilustrasi makan bersama dengan menu yang berbeda Foto: Shutterstock
Menu buka puasa memang selalu menggoda, tapi jangan sampai bikin kita kalap dan makan dengan bar-bar. Berhentilah makan sebelum merasa kenyang. Dengan mengunyah pelan-pelan, kita bisa tahu kapan perut kita sudah merasa cukup makan.
Setelah menyantap jajanan, jangan langsung makan berat. Beri jeda selama setengah jam sampai satu jam, baru lanjut makan malam. Perut pun terhindar dari begah akibat kekenyangan, dan ibadah selama bulan Ramadhan pun tetap lancar.

Ahli Gizi UGM : Jangan Ragu, Puasa Mampu Tingkatkan Imunitas

Ibadah puasa bagi umat Muslim tahun ini bakal terasa berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebab, bulan Ramadhan ini bersamaan dengan pandemi Covid-19.Tentu, wabah virus corona ini menjadi tantangan tersendiri bagi umat muslim.

Di saat semua orang diimbau untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh, tetapi apakah dengan beribadah puasa ini umat muslim tetap terjaga imunitasnya?

Ahli Gizi Universitas Gadjah Mada ( UGM), R. Dwi Budiningsari, SP., M.Kes., Ph.D., menyatakan, puasa bermanfaat pada sistem kekebalan tubuh atau imunitas.”Sejumlah penelitian menyebutkan berpuasa dapat meningkatkan imunitas. Sebaliknya, belum ada studi yang menyatakan berpuasa berisiko meningkatkan infeksi Covid-19,” ujarnya seperti dikutip dari laman resmi UGM, Kamis (23/4/2020).

Memperbaiki jaringan sel yang rusak Dwi Budiningsari menjelaskan, dengan berpuasa yang benar dapat memperbaiki jaringan-jaringan sel yang rusak. Berpuasa 30 hari bisa merangsang produksi sel-sel darah putih baru. Hal ini mendasari regenerasi seluruh sistem kekebalan tubuh. Kondisi dengan sistem kekebalan yang telah diregenerasi akan semakin memperkuat tubuh dalam menangkal berbagai infeksi bakteri maupun virus dan penyakit lainnya.

Ketua Prodi S1 Gizi Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM ini menjelaskan kekebalan tubuh sangat dipengaruhi oleh kualitas dan kuantitas asupan gizi. Orang yang mengalami gizi kurang akan sangat rentan terhadap infeksi Covid-19. Namun orang yang bergizi baik dengan kebutuhan energinya telah tercukupi, maka berpotensi besar memiliki kemampuan untuk memusnahkan virus corona.

Secara umum terdapat 3 fungsi asupan gizi yang digunakan oleh tubuh manusia. Menjadi sumber energi sebagai prioritas utama yang digunakan oleh tubuh.

Fungsi regulasi yaitu mengatur agar tubuh sehat dan bugar, termasuk fungsi kekebalan tubuh.

Fungsi pertumbuhan yang merupakan prioritas terakhir dan akan berlangsung apabila fungsi pertama dan kedua telah terpenuhi. Manfaat berpuasa Dengan berpuasa juga bermanfaat: Meningkatkan imunitas Membantu detoksifikasi tubuh Membantu mengeluarkan berbagai racun yang tersimpan dalam tubuh. Misalnya zat-zat adiktif aditif dalam makanan seperti pengawet dan pewarna makanan.

Dapat mengurangi massa lemak tubuh. Lemak yang berlebih dalam tubuh dapat merusak keseimbangan sistem kekebalan tubuh manusia. Pasalnya, lemak yang berlebih akan memicu produksi sel yang menyebabkan peradangan organ tubuh sehingga memicu munculnya penyakit pembuluh darah dan masalah kesehatan lainnya.

Tips berpuasa Ahli Gizi UGM ini juga membagikan sejumlah tips agar tubuh tetap sehat dan bugar selama menjalani puasa di saat pandemi Covid-19. 1.

Langkah awal adalah memastikan terlebih dahulu kondisi kesehatan tubuh. Orang sehat dianjurkan tetap berpuasa, sedangkan yang sakit dianjurkan berkonsultasi terlebih dulu ke dokter.

2. Menjaga makan yang sehat dan seimbang sesuai dengan porsi isi piringku. Saat sahur dianjurkan untuk mengonsumsi karbohidrat kompleks dan serat yang membutuhkan waktu lama untuk dicerna diubah menjadi energi. Dengan begitu energi yang dihasilkan akan bertahan lebih lama dan juga merasa kenyang lebih lama. Contohnya seperti nasi merah, kentang, roti gandum, biji-bijian, kacang-kacangan, gandum, dan ubi. Baca juga: Akademisi UGM: Efektivitas Masker Kain Rendah, Solusinya.

3. Konsumsi sayuran hijau, brokoli, wortel, dan lainnya yang kaya akan serat, vitamin, dan mineral. Sementara untuk protein dapat dipenuhi dari hewani maupun nabati seperti ikan, telur, ayam, daging, tempe, dan tahu.

4. Mengonsumsi buah-buahan, seperti semangka, pepaya, melon, jeruk, buah naga, dan lainnya.

5. Menjaga asupan air putih 2 liter atau setara dengan 8-9 gelas sehari, diatur mulai dari buka hingga sahur.

6. Batasi konsumsi gula jangan lebih dari 50 gram sehari atau setara dengan 4 sendok makan. Karena bisa memengaruhi sel imun untuk memerangi penyakit.

7. Hindari konsumsi makanan dengan kandungan lemak trans tinggi dan kurangi makanan atau minuman yang mengandung karbohidrat sederhana, seperti makanan atau minuman yang terlalu manis.

Saat berbuka Ketika berbuka puasa, Budiningsari menyarankan masyarakat untuk tidak mengonsumsi terlalu banyak makanan. Porsi makan saat berbuka puasa sebaiknya sekitar 10-25 persen dari kebutuhan sehari, diikuti makan malam setelah shalat magrib sekitar 25-35 persen, snack malam sekitar 10-25 persen. Sedangkan saat sahur sebesar 20-35 persen kebutuhan sehari.

Selama berpuasa ini, umat muslim juga disarankan tetap melakukan aktivitas fisik dengan berolahraga. Karena olahraga dapat dilakukan dengan aktivitas rumah tangga dan senam aerobik ringan hingga sedang untuk menjaga tubuh tetap sehat dan bugar.

Jika sudah beraktivitas, maka agar ingat untuk istirahat yang cukup setidaknya 8 jam sehari. Menjadwalkan tidur secara teratur penting dilakukan sebab jadwal tidur selama berpuasa berubah drastis.

Selain itu, masyarakat juga harus menghindari stres karena bisa menurunkan imunitas. Tidak kalah penting tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Yakni dengan menjaga kebersihan melalui rajin mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan memakai masker jika keluar rumah.