Gizi Buruk Mengancam Anak Perkotaan, Apa Penyebabnya?

Pola makan yang tidak teratur dan ketidaktahuan tentang makanan gizi seimbang menjadi salah satu penyebab kondisi gizi buruk yang terjadi di perkotaan. Gizi buruk bukan hanya kekurangan nutrisi tetapi juga kelebihan yang menyebabkan anak mengalami obesitas. Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia Daeng M Faqih menerangkan bahwa kondisi gizi buruk terbagi dua, yaitu kekurangan nutrisi dan nutrisi berlebih yang dapat menyebabkan obesitas. Kekurangan gizi akan mengakibatkan kasus stunting, sementara obesitas akan mengarah pada kasus penyakit-penyakit tidak menular.

Daeng menyebut masyarakat yang sibuk dikarenakan suami istri bekerja sehingga menyerahkan anak pada pengasuh di rumah yang bisa berdampak pada asupan gizi anak tidak terjaga.

Sementara bagi masyarakat kalangan mampu, jika tidak memiliki pengetahuan tentang gizi seimbang, terkadang tidak terarah dalam menjaga asupan makan sehingga berpotensi menyebabkan kegemukan.

“Makanan yang dikenal masyarakat kita makanan fast food, makanan impor yang gizinya tidak seimbang. Yang lebih kaya gizi, seimbang, itu makanan lokal,” kata dalam keterangannya kepada wartawan di kantor PB IDI Jakarta, Senin, 20 Mei 2019.

Berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia (WHO) penyakit tidak menular disebabkan oleh minimnya aktivitas fisik dan asupan makan yang tidak seimbang.

Sebanyak 55 persen dari 14,5 juta kematian di Asia Tenggara disebabkan oleh penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, ginjal, diabetes, dan stroke.

Indonesia saat ini masih menghadapi beban kesehatan ganda, yaitu gizi buruk yang mengakibatkan stunting dan kegemukan yang berdampak pada penyakit tidak menular.Daeng mengatakan dua masalah kesehatan tersebut akan mempengaruhi kualitas sumber daya manusia Indonesia ke depan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *