Pentingnya Gizi Seimbang Bagi Anak-anak

Pelatihangizi – Aktivitas anak-anak yang padat dalam keseharian membuat mereka membutuhkan asupan gizi seimbang. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), sayur dan buah merupakan komponen penting dalam pemenuhan gizi seimbang, dan kekurangan konsumsi keduanya terkait erat dengan kondisi kesehatan yang buruk, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Namun, membiasakan anak untuk menyantap makanan sehat bukan tanpa hambatan.

Sekarang, beragam pilihan camilan dan santapan kemasan begitu mudah dijumpai, bahkan dipasarkan secara jitu untuk menyasar kalangan anak. Tak mengejutkan bila konsumsi sayur dan buah mereka pun kerap terabaikan.

Sejalan dengan kampanye ‘Eat Like A Pro’, Beko, home appliances brand, kembali mengajak orang tua, khususnya para ibu, untuk semakin memperhatikan asupan sehat bagi anak. Salah satunya dengan mempersiapkan camilan kaya nutrisi guna mendukung aktivitas harian dan pertumbuhan anak.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan jumlah konsumsi sayur dan buah pada anak sebanyak 5 porsi atau sekitar 400 gram per hari. Sayangnya, berdasarkan survei global Beko, hanya 1 dari 5 anak yang mengetahui jumlah porsi harian sayur dan buah yang direkomendasikan tersebut.

Di Asia, rasionya jauh lebih buruk. Sementara di Indonesia, Riskesdas 2018 menyebut baru 5% masyarakat Indonesia mengonsumsi sayur dan buah secara mencukupi. Padahal, manfaat konsumsi sayur dan buah sesuai anjuran tak bisa dipungkiri lagi. Dari menjaga kondisi tubuh, melancarkan pencernaan, hingga mencegah risiko berbagai Penyakit Tidak Menular, serta kondisi obesitas pada anak. Inilah yang mendorong kami untuk menggagas kampanye ‘Eat Like A Pro’,” kata Ali Cagri Gonculer, Country General Manager Beko Indonesia.

Namun, anak-anak enggan menyantapnya, bahkan sama sekali menolak dua jenis sumber nutrisi dan vitamin tersebut. Mereka menjadi ‘pemilih makanan’ dan hanya mau menikmati makanan yang disukai.

Kebiasaan sedari dini menjadi faktor kunci yang berpengaruh kuat pada gemar dan tidak anak untuk menyantap sayur dan buah. Karenanya, memperkenalkan berbagai jenis buah atau sayur sebaiknya dilakukan sejak masa MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu) atau usia 6-12 bulan.

Dengan demikian, pada usia berikutnya, anak lebih terbiasa dengan aroma dan cita rasa sayur dan buah sehingga bisa menggemarinya. Di sinilah peran orang tua semakin krusial. Tak hanya pemahaman dan ketelatenan, namun cara cerdik juga diperlukan untuk mengubah si ‘pemilih makanan’ menjadi ‘pencinta sayur dan buah’.

Chef ternama, Steby Rafael yang juga ayah dari seorang putra, berbagi taktik membuat anak menggemari sayur dan buah.
‘’Sebaiknya, potong buah segar (beraneka warna dan jenis) menjadi beberapa potongan kecil agar anak mudah untuk memakannya. Sajikan dengan kombinasi warna yang menarik dan sajikan dalam kondisi sejuk (masukkan ke dalam lemari es selama 20 menit sebelum disajikan),’’ ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *